celebessulsel, Gowa SulselĀ – Abdul Rahim, pimpinan Wahana Pasar Malam, menggelar konferensi pers pukul 15:45 Wita, di dampingi istri dan beberapa karyawannya. Dalam jumpa pers tersebut, Abdul Rahim menyampaikan ketidakpuasan terhadap tindakan Tripika yang dianggapnya tidak adil dalam penutupan usaha pasar malamnya.
Abdul Rahim menjelaskan bahwa sebelum menggelar pasar malam di Ali Malaka, Desa Bonto Cinde, Kecamatan Pallangga pada Selasa, 20 Agustus 2024, dia sudah melakukan persiapan dengan menemui tokoh masyarakat setempat dan mengurus izin dari berbagai instansi, termasuk Dusun, Desa, Kecamatan, dan Kesbangpol. Meskipun telah memenuhi semua persyaratan, dia menghadapi kendala karena adanya keberatan yang mengakibatkan izin tidak dikeluarkan. Dalam rapat Tripika yang dihadiri Kapolsek, Camat, dan Kesbangpol, disarankan untuk mencari lokasi lain, dan meskipun Abdul Rahim mematuhi arahan tersebut, proses perizinan harus dimulai dari awal dan terhambat di Kesbangpol dengan alasan waktu pemrosesan yang lama.
Abdul Rahim menilai bahwa Kesbangpol tidak bertanggung jawab dan mengklaim bahwa saat mencoba mencari solusi dengan pihak terkait, termasuk Kasat Intel Polres Gowa dan Ibu Kiki, usaha mereka tidak membuahkan hasil. Menurutnya, pasar malamnya tetap ditutup sementara pasar malam di lokasi lain, seperti Mangga Rupi, tetap beroperasi. Abdul Rahim merasa bahwa penutupan ini tidak adil dan menuding adanya perlakuan yang berbeda.
Lebih jauh, Abdul Rahim menuduh Ibu Kiki menganggap surat izin yang sudah diurusnya palsu, meskipun ditandatangani oleh pejabat yang sah. Dia meminta agar semua pasar malam di Gowa ditutup jika aturan tidak diterapkan secara adil. (411U) Mks.
Sumber: Abdul Rahim, Pimpinan Wahana Pasar Malam.