Pelantikan tersebut dipimpin Ketua Bidang Teknik dan Perwasitan PB ORADO, Isra Prasetya Idris mewakili Ketua Umum PB ORADO Pusat, Yooky Tjharial.

Turut hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kadipora Makassar, Wakil Ketua KONI Sulawesi Selatan, serta jajaran pengurus Orado dari tingkat provinsi hingga 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Usai pelantikan, Pengprov Orado Sulsel langsung mengukuhkan 24 Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) serta pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) berlangsung 16 hingga 17 April 2026.
Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi besar organisasi domino di Sulsel, dengan memperkuat koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus menyatukan langkah dalam pembinaan atlet dan persiapan menghadapi kejuaraan nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 24- 26 April 2026 mendatang.
Ketua Pengprov Orado Sulsel, Firman Zulkadri, yang akrab disapa Bang Mile menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat daerah.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagaimana kita memastikan organisasi ini solid dari provinsi sampai ke kabupaten/kota dan siap menghadapi agenda nasional,” ujar Firman kepada Suara Indonesia.
Lanjut Bang Mile menjelaskan, seluruh Pengcab dari 24 kabupaten/kota yang telah dikukuhkan sebelumnya telah melaksanakan kejuaraan tingkat kecamatan (kejurcam) sebagai bagian dari proses penjaringan atlet.
Dari hasil kejurcam, masing-masing Pengcab mengutus dua tim, yakni tim senior dan tim junior. Setiap tim terdiri dari tiga orang, dua pemain dan satu cadangan. Ini merupakan tahapan menuju kejurnas,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari 38 Propinsi dan 300 Pengda Sulawesi Selatan saat ini memiliki posisi strategis dalam peta perkembangan Orado nasional. Dari sisi keanggotaan, Sulsel bahkan berada di posisi teratas dibanding provinsi lain.
Ini menjadi modal besar bagi kita untuk menargetkan prestasi di kejurnas. Kita ingin Sulawesi Selatan bukan hanya unggul secara jumlah, tapi juga prestasi,” katanya.
Lebih jauh, ia mengajak generasi muda untuk turut serta dalam olahraga domino yang dinilai mampu mengasah strategi berpikir dan kedisiplinan.
Domino ini olahraga strategi. Tagline kita memintarkan Indonesia. Jadi ini bukan sekadar permainan, tapi bagaimana membentuk pola pikir yang disiplin dan terukur,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Orado Sulsel, Munandar Barata, menyebut pelantikan yang mencakup seluruh kabupaten/kota di Sulsel menjadi bukti kuatnya perkembangan organisasi.
Ini luar biasa karena mencakup seluruh daerah di Sulawesi Selatan. Harapan kami Orado tetap konsisten dan mampu melahirkan atlet hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Dengan pelantikan ini, Pengprov Orado Sulsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi, memperluas pembinaan atlet, serta mendorong olahraga domino agar semakin dikenal dan diakui sebagai cabang olahraga resmi di Indonesia.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Orado Kota Parepare, Marchellino menyampaikan kesiapan daerahnya dalam menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) hingga ke tingkat nasional.
Kami di Parepare sebelumnya sudah melaksanakan kejuaraan cabang sebagai bagian dari seleksi atlet. Saat ini kami mengutus tim junior dan senior untuk berlaga di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Parepare tidak sekadar berpartisipasi, tetapi juga membawa target besar dalam ajang tersebut.
Target kami jelas, ingin berprestasi dan membawa nama Sulawesi Selatan, khususnya Kota Parepare, bisa bersaing dan meraih juara di kejurnas nantinya,” pungkasnya. (*)


